Sketsa Kampus Merah Putih

Sketsa #1

Oknum P: “Elo pengen ngambil konsentrasi apa ntar?:
Oknum R: “Humas”.
Oknum P: “Kenapa?”
Oknum R: “Biar ntar lulus bisa kerja di bank.”
Oknum P: “………..”
——————————–

Sketsa #2

“I” adalah seorang mahasiswi yang juga berprofesi sebagai seorang model.
“P” adalah seorang mahasiswa antisoc yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

situasi: P sedang duduk membaca buku The Complete Stories of Sherlcok Holmes, tentu saja dalam bahasa aslinya. I datang dan duduk menghampiri.

I: “Lagi baca apa?”
P: <dengan nada cuek> “Sherlock Holmes”
I: “Pinjem donk, pengen liat”.
P: <dengan enggan memberikan>
I: “Wow, pasti lo udah biasa Bahasa Inggris ya?”
P: <menyeringai dengan senyum ejekannya yang khas>
I: <membolak-balik beberapa halaman> “Ini buku tentang apa sih? Batman?”
P: <dalam hati> “!@#$%^ WTF? LO GA BISA BACA ITU ADA TULISANNYA SHERLOCK HOLMES?”

hampir saja P bertanya balik, “Elo model ya?”
—————————————-

Sketsa #3

P sedang asyik membolak-balik bukunya Ken Conboy dan tiba-tiba sesosok makhluk yang terkenal terlalu banyak omong menukas, “Lo ngapain sih baca buku? Emangnya besok ada ujian?”
—————————————

Sketsa #4

Oknum P mengirim sms ke salah seorang teman sekelasnya:

“Gue cabut duluan, harus ke kantor, udah telat. Ciao!”

Balasan yang ia terima beberapa detik kemudian adalah:

“Ciao? Jangan sok mandarin deh lo”
—————————————-

Sketsa #5

Di sela-sela kuliah, seorang dosen senior yang dilabeli teman saya sebagai “Pak Nyocos” marah-marah…

“Tidak ada itu nama belakang ditulis duluan untuk daftar pustaka. Harus nama depan duluan. Siapa yang ngajarin kamu untuk nulis nama belakang duluan? Salah itu!!!”

Seorang mahasiswa membalas, “Dari Zaman SD juga begitu pak!”

Si Bapak Nyocos kembali nyerocos, “Sekarang kalian sudah kuliah, sudah jadi mahasiswa, gak kaya SD lagi!”

Oknum P angkat bicara, “Hal tersebut sudah menjadi konsensus internasional selama bertahun-tahun lamanya. Anda mau merubahnya, pak?”

Beberapa kawan ramai-ramai mendatangi si Bapak Nyocos dan menunjukkan  contoh-contoh daftar pustaka pada beberapa buku.

Apa yang dilakukan si Bapak Nyocos?
Terdiam seribu bahasa.

Oknum mencoba berpikir positif. Mungkin si Bapak Nyocos sedang khilaf.

6 responses to “Sketsa Kampus Merah Putih

  1. ahahahahahah. wanjir.

    eh, gue juga ada pang..

    G: *duduk2 sambil ngeliat poster jualan temen. harga barang2 ditulis IDR 50.000 di situ.
    teman G1: IDR itu apa sih? (ke yang bikin poster)
    G: *terperangah*
    teman G2: umm, ga tau gue juga cuma ngikutin temen gue aja. pokonya ini copy dari temen gue gini.
    G: ………….

    bangsat. huhuhuhu.

    eh, pang ini bisa dimasukin ke ngupingjakarta..hhe

  2. wah, pencatat kasus yang baik sekali🙂

  3. males gue masukin ke ngupingjakarta, ga ada credit buat penulisnya…hehe

    btw, kalian berdua baik sekali, masih mau mampir ke blog saya di tengah demam facebook dan situs lucu-lucuan macam twitter & plurk…

  4. biar rame dan lo gak bete sama notes FB gue komen lagi.

    lo kuliah dimana sihh? hahaha

  5. babs : itu koq baru pada comment ya?
    tanz : ha? ada yang comment?
    babs : nih, si pangeran…
    tanz : aaah… mungkin kerjaan di kantornya kedikitan. lebih banyak liat toked…

    apa kabar bos…

  6. oke,
    ternyata di kampus merah putih banyak orang bego ~_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s