Dewan Penipu Rakyat

 

Sudah tahu ‘kan kalau DPR itu tidak lebih dari lembaga yang eksistensinya sekedar untuk menjaga Trias Politica-nya Montesquieu dalam sebuah negara demokrasi?

 

DPR kebakaran jenggot dan merasa tersinggung karena lagu Slank “Gosip Jalanan” yang liriknya secara eksplisit menuding lembaga legislatif itu sebagai sarang koruptor dan mafia. Orang-orang yang katanya “wakil rakyat itu” akan segera menuntut Slank dengan tuduhan pencemaran nama baik.

 

Lucunya, lagu “Gosip Jalanan” yang dipermasalahkan itu terdapat dalam album PLUR yang rilis tahun 2004. Lho, kok DPR marahnya telat? Rupanya Slank membawakan lagu itu pada acara anti korupsi yang diadakan KPK beberapa waktu lalu.

 

Karena lagu “Gosip Jalanan” bukan termasuk single yang dirilis (ditambah, saya yakin para anggota DPR tidak pernah membeli album Slank), anggota DPR yang naik pitam ini awalnya tidak mengetahui perihal lagu “Gosip Jalanan”. Aksi Slank bersama KPK itulah yang menyulut emosi para penghuni gedung yang mirip brassiere itu (perhatikan saja bentuknya kalau tidak percaya).

 

Berselang beberapa jam dari tudingan DPR, Al Amin Nasution, anggota DPR dari Fraksi Persatuan Pembangunan, yang lebih tenar sebagai suami penyanyi dangdut Kristina, ditangkap KPK di Hotel Ritz-Carlton Rabu dini hari. Ia dituduh terlibat kasus suap

Rp. 1,8 miliar. Bersama dirinya, turut diciduk pula beberapa pejabat daerah dan seorang wanita yang diduga pelacur.

 

Secara pribadi, saya pernah bertemu kepada bung Amin Nasution ini dalam sebuah acara adat Batak. Ia dikenalkan sebagai saudara jauh (anda paham adat batak, “jauh” dalam hal ini benar-benar jauh!) yang (waktu itu) akan segera menikah dengan Kristina. Dari pertama kali bertemu, saya merasa orang ini adalah seseorang yang “gak beres”. Dugaan saya tepat tampaknya.

 

Saya tidak tahu apakah DPR tidak punya rasa malu untuk melanjutkan menuntut Slank di saat salah satu anggotanya tertangkap basah berperilaku seperti dalam lagu yang mereka permasalahkan. Entah bagaimana DPR menyelamatkan muka mereka yang tanpa kasus ini pun sudah penuh borok dan nanah.

 

Di sisi lain, KPK di bawah Antasari Azhar (yang awalnya diragukan karena track record yang bercela) kembali membuktikan kepada publik bahwa mereka masih bertaji. Lepas dari kemungkinan tebang pilih yang dilakukan KPK, penangkapan pejabat-pejabat yang korupsi setidaknya menunjukkan itikad dari lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan penyadapan ini.

 

Legitimasi DPR sebagai Dewan PERWAKILAN Rakyat kembali dipertanyakan karena rakyat tidak pernah menunjuk maling, koruptor, tukang suap, dan penipu sebagai wakil mereka. Ya, kebobrokan DPR bukan sekedar Gosip Jalanan.

6 responses to “Dewan Penipu Rakyat

  1. namanya dewan PERWAKILAN rakyat, ya mewakilkan rakyatnya.
    brp % sih dari orang indo bisa nulis kayak lo, yang emang asli penipu, ato emg tolol?

    ya itu direfleksikan di DPR..

  2. elo pemilu terakhir nyoblos ga?

  3. blom cukup umur😀

    having said that… and the point is?

  4. cuma pengen tau, perwakilan elo di DPR siapa….

  5. sulit memang negeri ini..daripada ngurusin orang-orang mewah disana, mending fikirin skil kita disini…haduh…mau pindah negara aja deh!!heheh

  6. DPR…..apa itu DPR….anak2 ? Saya tau Pak Guru..
    Arti DPR itu…ialah DEWAN PENIPU RAKYAT…bagai mana pak Guru Betulkan….BETUL…
    Tapi ada lagi Artinya…Apa Tu Pak Guru..? Yaitu…DIAM2 PEMAIN PEREMPUAN….Betul juga…ya..Pak Guru…Ada lagi ngk Pak Guru Artinya…? ada dooong……Apa tu Pak Guru..? ..mau Tau ..? ini luh…artinya….DUIT…ok….PEREMPUAN…ok…kalau…R….apa artinya Pak Guru..?,,Oh…R…berarti berakhir di NERAKA….,,,Pintar…ya ..Pak Guru….oke deh pak Guru kalu gitu ane mau ke…Surga aja….biar orang2 ini aja yg menghuni Nerakanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s