Multi Lies Marketing

Adakah yang lebih menyebalkan sekarang ini daripada didatangi seorang “aktivis” MLM yang hendak melakukan presentasi dalam rangka mencari downline?

 

Saya masih ingat tahun lalu, seorang teman SMA yang mempunyai reputasi seorang entrepreneur menelepon saya. Ia bertanya kapan saya punya waktu, ia ingin berbincang-bincang. Tentu saya sangat senang sekali karena si teman ini tersohor bisa menghasilkan uang dari mana saja, legal mau pun setengah ilegal (yeah!).

 

Esoknya ia menetapkan Gramedia Matraman sebagai meeting point. Sesampai di sana, perasaan saya agak kurang enak melihat ia bersama seorang wanita dengan setelan kemeja putih-celana hitam-tas kerja selempang, seragam kebesaran “aktivis” MLM. Dugaan saya tidak salah, mereka berdua memang mengikuti MLM “T”.

 

Teman saya yang dulunya gemar berwirausaha rupanya tercemplung dalam kolam MLM, di mana air kolam tersebut sudah keruh karena kandungan kotorannya telah mencapai titik jenuh. Ia sekarang menjadi downline dari teman wanitanya yang berseragam kebanggaan seluruh “aktivis” MLM itu.

 

Lalu mereka berdua mulai berkhotbah mengenai Cashflow Quadrantnya Robert Kiyosaki dan bagaimana MLM adalah sebuah implementasi sempurna dari teori tersebut. Saking semangatnya mereka bercerita, saya menduga mereka baru membaca Cashflow Quadrant kurang dari setahun lalu, buku yang sudah saya habis baca pada saat SMP, 7 tahun lalu.

 

Mereka juga menyinggung mengenai jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang langka dalam masyarakat Indonesia. Hal yang saya amini namun berbalik jijik saat mereka bersikeras MLM adalah sebuah bentuk wirausaha. Mereka menyajikan fakta bahwa lulusan perguruan tinggi sekarang sulit mencari kerja dan mengklaim bahwa MLM merupakan solusi dari minimnya lapangan kerja! Menakjubkan! (my ass…)

 

Saya tak pernah suka pada MLM sejak kemunculannya di Indonesia. Berapa banyak orang yang telah mencoba MLM dan gagal? Tapi masih ada saja yang ingin mengikuti. Kenapa? Karena MLM sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia: malas. Iming-iming meraih sekian juta per bulan tanpa melakukan apa-apa membuat orang ramai-ramai mendaftarkan diri di berbagai MLM. Setelah sekian bulan belum mendapat hasil apa-apa, akhirnya semangat mengendur dan akhirnya menarik diri. Tapi setoran awal tidak bisa dicabut lagi. Bisa dibayangkan berapa pemasukan MLM dari orang-orang yang menarik diri itu?

 

Seorang anak SD bertanya kepada saya apa definisi MLM. Saya menjawab, “sebuah usaha tipu menipu massal dengan strata bertingkat sesuai dengan jumlah orang yang berhasil ditipu”. Si anak menukas, “kalo pake tipu-menipu, berarti dosa dong?” Saya hanya tertawa melihat jawaban anak yang masih polos itu yang saya harapkan jangan sampai masuk jerat MLM kelak.

 

Satu hal yang saya kagumi dari MLM adalah mereka secara kontinu tidak pernah gagal menipu orang dan selalu saja muncul MLM baru. MLM, apa pun itu, tak ubahnya seperti Multivision, MD, dan produsen sinetron lainnya karena sama-sama menjual mimpi. Mungkin partai politik dan anggota DPR juga bisa digolongkan MLM karena sama-sama menjual mimpi dan mengiming-imingi rakyat dengan perubahan yang nyatanya fiktif.

 

Sebagai penutup, saya ingin mengutip dialog masyhur dari film Quickie Express.

 

Pemburu: “Saya mau bikin jij jadi gigolo.”

Jojo: “Tapi saya ga mau jadi gigolo.”

Pemburu: “Kalo gitu saya punya kerjaan lain buat jij.”

Jojo: “Apaan?”

Pemburu: “Multi-level Marketing.”

Jojo: “Ogah, mending gue jadi gigolo!”

 

*)Kutipan dari Quickie Express ditulis ulang dengan kalimat penulis

 

 

19 responses to “Multi Lies Marketing

  1. rupanya banyak pembaca blog saya ini yang menuntut saya untuk terus menulis topik-topik panas macam soeharto dll….

    well, yg bisa saya katakan hanya tunggu saja tanggal mainnya….

  2. k pange… you are damn talented in writing.. tapi kayaknya bakat2 begini ga tersalurkan ya di 8? hahah lo kuliah dimana sih k? gw adek kelas lo, dulu gw sekelas arif nindito XD… bagus k blognya.. one of a kindlah.. lo siahaan pula ya, berarti sodara gw. nyokap gue boru siahaan. nah lo gw manggil apa tuh ke elo? tulang? HAUHAHAA

    btw keren blognya. why not writing a book?

  3. akhirnya ada jg tulisan lu yg sejalan ama ideologi gw :p
    Ya, MLM sux…..klo pernah nonton quickie express ada quotenya yg sangat lucu “Mending jadi gigolo daripada MLM”….
    ironisnya, ade gw dah kena robert kiyosaki dan di kamarnya gw nemuin buku dengan judul2 MLM T_T……
    gw sampe inget, waktu jaman gw kuliah dolo sekitaran taun 2004, salah satu temen gw yg gw anggap abang angkat, tantenya kecolongan mlm….sampe rela kehilangan sekitar 200jt,,,,,entah gmn si “top person in the link” nipunya…well, alhasil disamperin lah tuh orang dengan dengan misi pengembalian duit tersebut…and u know what, rumahnya di PI and he has almos 6 cars!…..

  4. @Lya
    elo yg pake kacamata itu bukan sih?
    nulis blog mah simpel, tinggal nulis trus post.. klo buku harus kompromi dulu sm penerbit..kecuali gue berani self-publish yg dengan modal begitu besar mending gue bikin label musik indie dulu.. hehe..

    tp nulis buku tetep cita” gue kok.. hehe

    @kendi
    frankly, gue ga nyangka kita akan berbeda pendapat ttg orde baru.. hahahaha, btw, itu quotation dari quickie juga ada kali di post gue, hehe….

    sebetulnya gue dan temen” gue dulu juga terkena demam robert kiyosaki, tp kita itu terpengaruh soal bagaimana menjalankan bisnis sendiri dari yg kecil-kecilan…soal bagaimana sebetulnya orang bisa mandiri berwirausaha…
    kenapa ribuan orang lain malah terpikir ttg MLM ya? ck ck

  5. 😛

    klo orang kena MLM, menurut gw itu karena tulisan2 di buku2 MLM yg buat pembacanya berimajinasi luar biasa….sehingga mereka jadi males2an untuk nyari duit dengan keringat..lebih baek nunggu aja sembari ongkang2 kaki gituh…..

  6. “Berapa banyak orang yang telah mencoba MLM dan gagal? Tapi masih ada saja yang ingin mengikuti. Kenapa? Karena MLM sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia: malas.”

    Gw edit
    “Berapa banyak orang yang telah mencoba MLM dan gagal? … Kenapa? …. kepribadian bangsa Indonesia: malas.”

    Hmm. I beg to differ. Karena sebenernya bisa cari duit dari MLM, yg prinsipnya itu sama kyk insurance agent. Tapi masalahnya, orang2nya malas. Yang rajin n pintar lagi kuliah smua dan nulis2 bginian.

  7. emang bisa cari duit lewat MLM….tp kerjanya itu setengah mati dan kadang tidak manusiawi serta harus dicium dewi fortuna juga…

  8. Not really the case in Indon, where ppl are not only lazy, but also stupid. Jadi gampang ‘nipu’ nya. Sebenernya bukan nipu, persuasion lah, sm kyk asurarnsi. Makanya ada orang yg “rumahnya di PI and he has almos 6 cars!…..”

  9. ahahaha….gw mendingan dicium sandra dewi dah *lol*

  10. Pange! salut gw ma tulisan2 elo…
    mudah2an tulisan lo bs di baca smua org… and smua kalangan n golongan!!
    P.S
    keep writing!!

  11. hehehe.. gw suka tulisan lo

    btw di film pocong 2 juga ada sentilan MLM tuu.. kalo nggak salah pas scene yang di rumah dukun hehhehe gw ketawa sendirian tapi kayaknya yang dibioskop ga ada yang ngerti atau tersinggung? jangan2 satu 21 MLM-ers semua kekkekee

    tapi kebetulan gw+istri jalanin MLM, alhamdulillah kita suxes
    dan allhamdulillah ga nipu orang bos

    yah mungkin banyak MLM yang nipu, tapi insya Allah kita nggak begitu, yah setiap orang has their own cup of coffee🙂

    sukses di bidangnya!

  12. is it Ferri “Lingo”? an honor to have you here, sir… hehe

  13. Good point..

    But then again, MLM isn’t selling dreams.. Our stupid countrymen is the one who’s buying… (lol)

  14. penulis yang terhormat,

    anda membuat tulisan diatas atas dasar apa? kebosanan denger MLM? kejengkelan prilaku distributor saat presentasi? atau kebobrokan sistem MLM? atau hanya sinisme belaka, sampai2 anda memprovokatori seorang anak SD?. apakah anda tau sitem SEMUA MLM yang ada?.
    Semoga saja anda tau 100% atau paling tidak 60% selukbeluk MLM. bukan dari kutipan2 situs internet saja. kalau anda hanya tau <60% saja. wajar anda berkata begitu.

    cobalah berfikir seperti polisi mengungkapkan kasus, untuk mencari kebenaran dari satu kejahatan, polisi akan berfikir seperti pelaku itu. dari sana mereka akan tau siapa pelaku sebenarnya. bukan maen tembak.

    penulis says “Saya tak pernah suka pada MLM sejak kemunculannya di Indonesia. Berapa banyak orang yang telah mencoba MLM dan gagal? Tapi masih ada saja yang ingin mengikuti”
    kenapa anda tidak tanya berapa banyak orang mencoba MLM dan berhasil. jangan bilang tidak ada!. karena ada yang berhasil itulah masih ada yang mau mencoba. kalau anda minta yang berhasil sama banyak atau lebih banyak dari yang gagal, itu namanya mimpi. banyak mana orang pintar dan orang bodoh. banyak mana orang kaya dan orang miskin. banyak mana juara dunia dan olahragawan biasa. silahkan jawab sendiri

    saya sebagai pelaku MLM juga tidak sepakat menggunakan Impian sebagai modal utama baik untuk saya atau pun saat presentasi. karena dengan Impian yang kelewat besar orang cenderung melakukan segala cara baik halal maupun haram

    saya hanya ingin bertukar pikiran tidak ada maksud lain. thanks

  15. Langsung aje ye………!

    Pas Desember 2007 akhir gue ditawarin sama saudara yg namanya usaha “Network Marketing” [MLM], apalagi isinya jualan obat, nah loe ………maksa dah? he he he….. yang katanya akan berpeluang pesat untuk berkembang di kota2 besar di Indonesia, eiit nanti dulu……….lsng googling nih ane!

    Awalnya gue pesimis dengan sistem marketing model MLMnya , kan tahu sendiri deh, yg namanya MLM kesannya dah jelek banget tuh di sini, tapi setelah gue coba review kembali ternyata isinya menarik loh, konsep yang di tawarkan benar – benar berbeda, tujuannya bagus dan jelas punya konsepnya, nah mungkin kalo loe pade penasaran nih, mo liat lebih jelasnya lo coba buka deh web aslinya yang di amrik sono : http://www.4life.com, emang sih rada lama buat di mengerti, tp gue dah coba bantu nih buatin web gratisannya yg pake bahasa indonesia: http://www.best4life.co.nr rencana sih buat bonus bagi yg mo gabung tinggal ganti no telp ma foto kan? Jd ngak usah cape2 MLM [ mulut ke mulut ] deh “yang kayanya sih masih bisa di itung ma jari tuh jumlah webnya di sini”.

    Soalnya nih yg namanya 4life kayanya baru masuk ke sini pertengahan 2006 kurang lebih 1.5 th yg lalu sih, padahal di Amrik [ 1998 ], ma di Rusia dah berkembang pesat loh, nih buktinya dah masuk buku PDR [ Buku Panduan Dokter di Amrik ] : http://www.4life.com/newsstand/dns_headlineNewsDetail.aspx?id=1 skrng die masuk urutan #15 loh di INC.Magazine, kategori perusahaan yg berkembang paling pesat, dan satu2nya perusahaan MLM yg pernah menduduki posisi kaya gitu di INC.Magazine, nih gue kasih lg buktinya : http://www.4tf.com/inc500.htm
    Nah bagus kan peluangnya, apalagi ngasih komisi bonusnya paling gede tuh diantara MLM2 yg lain [ kita 64% ], kalo untuk sekedar make obatnya dulu jg kaga di larang sih, ngak harus jadi member ko [ buat ngebuktiin khasiatnya ], nah buat komisi biasanya tiap tgl 15 dikirim ke rek bank kita langsung dari singapure, mau pake $ ape Rp juga bisa tergantung jenis tabungan kita, trus kl kita dah jd member kita bisa login lsng ke 4life.com, buat memantau perkembangan income & member kita.

    Nih usaha kayanya cocok buat di jalanin ma siapa aje, apalagi kita2 yg sering berkutat di dunia kesehatan : Dokter, Perawat, Dosen, Apoteker, Mahasiswa/ Kedokteran, Klinik Kesehatan, P. Swasta, Instansi Pemerintah, Pengusaha pokoknya siapa aje deh tumplek blek blek blek di situ yg namanya MLM mah ngak ade batesannya tul ngak?

    Buat member baru kita ngak di lepasin begitu aje, ada pelatihan2 & training mengenai 4life product, yg setiap sabtu rutin di jalanin, kita ngak wajib ikut sih, cuma buat perkenalan aje sama yg namanya 4life itu apa, trus bisa sharing sama yg udah pada berhasil di bisnis ini, nah kalo yg ini biasanya di adain di chitos nih buat ngomongin macem2 deh, mau liat accountnya yg udeh berhasil jg bias he he he [ eh..iya byk dokter loh yg pd sukses… ]

    Kalo mo info lebih lanjut loe bisa contact gue anytime ok di no flexi : 021.68353680 or email / ym : ryan.4life@yahoo.com

    Pesan gue : “ semua bisnis tujuannya sama yg penting gimana kita ngejalaninnya, ada yg jujur, jahat, maksa dll, nah kesononya tergantung kita masing2 bukan? mau dibawa kemana nih diri kita, kalau kita kaya, ya jadilah orang kaya yg mulia bukan kaya karena berdiri diatas penderitaan orang lain ok.

    yg pasti di 4life ngak janjiin hasil yg muluk2, emang buat target jangka panjang kok, kalau kita berhasil berarti kita dah ngikutin sistem yg bener, MLM ngak salah kok, mungkin system promosinya aja yg salah, thanks ya dah kasih tempat buat sharing…..

    semua MLM bagus2 kok kaya Tianshi, Amway, Ufo, Cni, dll nah kalo 4life gimana tuh? Sekarang tinggal masing2 pribadi aja deh yg berhak memilih he he he

    “Don’t Ever Give Up ok”

    4LIFE – TOGETHER, BUILDING PEOPLE + WINNERS GROUP 4LIFE TEAM

  16. Wah, akhirnya ada juga yang serius.

    Bung Adi yang baik,

    Tulisan saya memang subjektif. Dasar dari kenapa saya capek-capek mengkritik MLM adalah karena saya sendiri muak dengan MLM (apapun namanya) dan segala sistem promosinya yang melelahkan serta puluhan orang yang saya kenal yang mengeluh mengenai MLM.

    Saya tidak pungkiri, memang ada orang yang sukses dengan MLM. Seperti Louis Tendean yang sepertinya menjadi role model bagi semua aktivis MLM. Saya sendiri juga memiliki teman yang sudah menghasilkan uang lewat MLM.

    Karena anda sendiri adalah penggiat MLM, perkenankanlah saya bertanya beberapa hal.

    Kenapa pada saat presentasi untuk menjaring downline, selalu yang ditonjolkan adalah profit dan keuntungan? Selalu menggembar-gemborkan tentang uang yang akan didapat dan reward lainnya seperti mobil yang baru akan diterima pada 7 atau 8 level kemudian? Dan untuk melewati satu level saja perlu kerja yang sangat keras?

    Lalu pada saat presentasi pula, sering kali peserta presentasi bertanya, “Bagaimana caranya agar bisa meraih uang sebanyak itu?”. Jawaban yang diberikan selalu jawaban umum, “kerja keras”, tanpa menjelaskan lebih lanjut kerja keras seperti apa yang diperlukan.

    Mengapa tidak langsung mengatakan, “Anda harus mengadakan presentasi sesering mungkin tanpa mengenal waktu, membujuk dan merayu dengan cara yang se-deceptive mungkin, apa pun untuk mendapatkan downline?”

    Untuk saat ini saya pikir itu dulu =)

    Salam,
    Pangeran

  17. @ryan4life

    anda begitu naif, kawan….

  18. Kalo saya lebih baik ikut MLM daripada jadi GIGOLO, hiiih…ga berkah duitnya..hehehe

    toh MLM ga harus cari downline kan??

    saya pernah ikut soalnya dan jujur saya diajarin cara berfikir positif disana, orang2nya ramah-ramah dan senang membantu…(entah dalam idelogi anda mereka senyum palsu) namun dalam hati saya mereka bener-bener seneng membantu…

    sayapun ikut mlm hanya mengambil ilmu motivasi dan bertema dengan orang2 yang suka bekerja keras..

    yah namun bnyk MLM yang ngejelekin nama MLM itu sendiri..

    tapi ga saya ragukan..banyak sekali orang sukses karena ikut MLM..walaupun saya sudah berhenti, karena nggak kuat bayar iyurannya..

    tapi jujur saya ngambil banyak pelajaran positif disana, seperti jangan mudah menyerah, selalu berfikir positif, dan untuk mencapai kesuksesan kita perlu membuat orang lain sukses dahulu…satu lagi

    saya diajarkan memvisualisasika IMPIAN disana, yang sampe seakrang selalu saya implementasikan dan ITs WORKS!!!…

    untuk menjadi wirausaha pun ga perlu ikut MLM bukan??

    alhmdulillah akibat ikut MLM, sekarang saya lagi mencoba mendirikan usaha sendiri sebuah IT Consultan kecil-kecilan..

    jadi anggapan saya MLM bisa jadi batu lonjakan untuk membuat suatu bidang usaha…namun sekarang saya hanya beli produk-produknya..walau tidak terdaftar sbg member…

  19. Tienshi…balikin uang ku…2 juta hasil utang temen…
    enak2 kuliah dijanjiin gaji 40 juta per bulan..BMW, pesawat..tinggal santai ongkang2 g ganggu jadwal kuliah sudah dibayar krn pasif income…
    mana??
    boro2 gaji 40 juta atau mobil mercy…uangku 2 juta aja g balik modal…
    downline ku udah 100..dan mereka masih sama miskinnya kayak aq…
    kl seperti ini siapa yg bertanggung jawab coba??
    mas adi mau tanggung jawab…balikin 2 jutaku maas…
    buat yang belum gabung..mending g usah gabung..katanya nyantai…tapi susah bgt..sampai akhirnya aq dpt 100 downline…downline q pun punya byk downline jg..
    tapi mana janjinya…???
    tapi terserah seh kl tmen2 mau ikut…
    biar aq ada tmennya..
    nasib2…udah tertipu…modal g balik…
    ati2 aja bro..
    cari uang g segampang yang dijanjikan
    modal mimpi doank nol besar…
    cari uang harus kerja keras emang..
    g mw lg deh dibodohi dengan gembar gembor janji..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s