Jenderal yang Bernyanyi

Kita mengenal beberapa kepala negara dengan latar belakang seni, taruhlah macam Ronald Reagan (AS) atau Joseph Estrada (Filipina) yang dulunya bergelut di layar perak. Ada juga macam Vaclav Havel (Czech) yang penyair. Tapi bagaimana jika ada seniman dengan latar belakang politikus? Entah berapa besar probabilitasnya, tapi presiden republik ini, Susilo Bambang Yudhoyono sedang menunjukkan bahwa kemungkinan itu tidak mustahil. Bagaimana tidak, ia baru saja meluncurkan album lagu-lagu ciptaannya yang entah kapan ia dapat menyempatkan diri mengarangnya. Seperti diketahui, lagu-lagunya dibawakan musisi nasional macam Kerispatih, Rossa, Warna. Belum lagi lepas dari ingatan, minggu lalu presiden dengan hand gesture yang mantap ini (kadang berlebihan kayanya), meluncurkan satu lagu ciptaannya terbaru (single gitu ceritanya) tentang alam. Tidak heran, menurut Kompas, logistik wajib staf kepresidenan bila hendak bepergian pun bertambah, yaitu gitar akustik alias gitar kopong yang semoga tidak sekopong isi kepala pemainnya.

SBY memang lekat dengan musik. Dahulu pada masa kampanye, menu wajib adalah lagu Pelangi di Matamu (Jamrud). Nampaknya ia sadar benar bahwa dirinya adalah figur simpatik bagi banyak orang dan seorang pemimpin yang melantunkan lagu merupakan sebuah bujukan maut untuk mempengaruhi massa. Saya tak tahu bila kapan lagu-lagu dalam album SBY diciptakan, sebelum atau setelah ia menjadi presiden. Tapi moment peluncuran album pada saat ia pemerintah dikritik tidak berbuat maksimal justru menyulut antipati publik. Kenapa bisa sempat-sempatnya presiden ngurusin album sementara lumpur Lapindo masih menyembur? Atau mungkin ghost writer di belakang presiden membisikkan bahwa rakyat bisa dipengaruhi dengan album musik ini. Ungu dan Kangen band yang luar biasa buruk itu kualitasnya bisa didengar rakyat Indonesia, marilah kita membuat diri anda didengar rakyat anda sendiri, pak presiden!

Saya sebenarnya tak ingin menulis tentang sepak terjang presiden di dunia musik. Lagian toh udah basi. Tapi saat kembali ia meluncurkan single ciptaannya sementara ia baru saja mengeluh dirinya kurang tidur selama menjabat sebagai presiden menumbuhkan pertanyaan dalam diri, sebenarnya presiden ini kerjanya apa?

Saya berimajinasi liar bahwa pemenang pilpres 2009 adalah antara Megawati dan Jusuf Kalla. Kenapa? Karena SBY akan menarik diri dari panggung politik dan berkonsentrasi menjadi penyanyi/pencipta lagu macam Melly Goeslaw. Dalam perkembangannya, SBY akan dikontrak oleh Acin Musica Studio untuk 5 album dan SBY akan membentuk grup “SBY & The Singing Generals plus” yang turut diperkuat Wiranto, Sutiyoso, dan Sultan HB X. Sebenarnya SBY ingin juga mengajak Megawati dan Jusuf Kalla. Tapi niat tersebut diurungkan karena Megawati mengajukan syarat bahwa Taufik Kiemas merajuk minta diajak rekaman juga, sementara Jusuf Kalla jelas-jelas tidak mengerti seni mengingat ia pernah marah-marah mendengar puisi seorang guru yang mengkritik pemerintah padahal itu hanyalah sebuah majas.

4 responses to “Jenderal yang Bernyanyi

  1. word word word..
    kepanjangan nge. paragrafnya pendek2 donk klo mw media release

  2. protes mulu lo to.. gue angkat jadi editor gue aja mau? gue kasih kaos Man Utd ntar…

  3. amin rais dikemanain… ?
    hehehe… lam kenal…

  4. ,,IndePendent,,

    wow..pange kayanya lo punya banyak waktu ya untuk memikirkan mereka,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s