Tranquilty

Apapun pekerjaan anda, apa pun latar belakang anda, apa pun pendidikan anda, apa pun agama anda, apa pun warna kulit anda, anda berhak akan sebuah sesi kedamaian dan ketenangan bernama TIDUR.

 

Kenyang sehabis makan bisa terasa berbeda-beda, tergantung apa yang anda makan. Tapi, tidur yang pulas merupakan suatu hal yang absolute serupa bagi siapa pun. Anda bisa saja terlelap sambil mengorok di atas kasur bulu angsa selagi dihembusi AC. Anda yang meringkuk di atas dipan bambu berbungkus sarung pun merasakan hal yang sama. Mutlak.

 

Apa yang anda dapatkan melalui tidur tidak akan bisa tergantikan oleh zat artifisial. Anda bisa mendapatkan perasa makanan tertentu, penderita anemia bisa menambah darahnya, penderita diabetes bisa menyuntikkan insulin ke tubuhnya, tapi pernah melihat ada obat pengganti tidur? Mereka yang hobi begadang nonton bola, clubbing, atau sekedar tidak bisa tidur, akan mendapati mereka begitu ngantuk saat pagi menjelang dan tidak ada jalan keluar lain selain menebus utang tidur.

 

Jika perlu memakai superlative, maka saya akan menegaskan bahwa tidur merupakan istirahat yang adikodrati. Tidak tergantikan dan tidak terbantahkan. Saya pernah berpikir bahwa tidur merupakan sebuah kerugian karena membuang-buang waktu berbaring memejamkan mata karena itu tidur tidak perlu lama-lama. Tapi pada saat aktivitas begitu padat dan hampir tidak ada waktu melepas penat, maka tidur merupakan sesuatu yang luar biasa.

 

Kenapa tiba-tiba saya menulis tentang tidur? Karena saya teringat akan hari-hari di mana saya pulang ke rumah lewat jam 9 malam dan pergi lagi esok harinya tidak lebih dari setengah 6 pagi. Hari-hari yang melelahkan mengingat rumah berada di cibubur, sementara hampir seluruh kegiatan berada di sentral Jakarta. Jam masuk sekolah yang 7 kurang seperempat itu menyiksa tubuh saya, apalagi pikiran yang jelas-jelas lebih ingin melihat sekolah tersebut tiba-tiba kejatuhan meteor. Dan imajinasi saya yang seliar kuas Salvador Dali menelurkan pikiran seperti di atas.

 

Saya mendeklarasikan dengan sepihak bahwa saya berhak tidur dengan nyenyak dan bangun saat tubuh saya mengatakan sudah cukup. Persetan dengan yang lain-lain.

2 responses to “Tranquilty

  1. tranquility harusny

  2. siapapun elo, gue yakin elo lg tersenyum” karena bisa mengkoreksi gue. Hehe. Gue udah ada bayangan wajah” siapa saja sih yg mungkin. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s