
Saat alam semesta bersekongkol mempertemukanmu dengan nasib, siapa yang bisa mencegahnya?
Karena dalam satu garis telah diukir ulir kehidupan yang tidak akan pernah terhapus. Yang kita lakukan adalah meniti ulir yang berkelok curam itu.
Dapatkah kita menengadahkan kepala ke langit dan memaksaNya menjaga matahari tidak pernah terbenam agar hari tidak berganti?
Aku dan waktu telah berlari bersama dalam sebuah perlombaan. Sang waktu melesat secepat anak panah, sedang aku baru tiba di finis 7 bulan kemudian. Sang waktu menatapku dengan angkuh, seolah berkata, “Jangan pernah menantangku”.
“Tuhan tidak bermain dadu”, kata Einstein. Aku hanya ingin tahu, Apakah Ia bermain Russian Roulette?
Revolver yang mengarah ke tenggorokanku itu, berisi peluru-peluru bernama Ketidakmungkinan, Ketidakpastian, Perbedaan. Jikalau revolver itu meletus dan darahku muncrat, jangan terkejut bila aku tidak mati. Peluru tersebut telah gagal membunuhku sejak 5 tahun lalu.
Karena Ia bekerja dengan cara yang sulit dimengerti. Apa pun itu, baiklah bagiku.
Maka, bila alam semesta berkonspirasi memisahkanmu dengan nasib, apa yang harus kau lakukan?
Tertawalah.
4 responses so far ↓
orangutanz // February 22, 2009 at 2:06 pm |
aaaaah sutra lah bow. tinta usah keq begindang.
tinta selalu banci loh bow yang mellow. akika lekong sejentong indang aja bismillah mellow juga…. wakakkaka…
nice tags!!
Pangeran Siahaan // February 23, 2009 at 4:10 am |
kadang2 gue berpikir, tulisan2 gue yg semacam ini membunuh spirit dan warna asli dari blog gue….hue…
biarlah….che guevara aja bisa mellow….hehe
orangutanz // February 24, 2009 at 5:41 am |
salah. che guevara aja bisa gaul. disablon di kaos dan dipake buat nongkrong di warung kopi sembari wifi gratisan. wakakkaa…
Pohon Besar // April 13, 2009 at 5:20 am |
he..he.. kadang aku mengakui kebenaran tulisan bro yg satu ini, apa yg bro tulis adalah perasaan yg tidak dapat aku artikulasikan dalam kata-kata atau tulisan, Tapi ada yg bilang begini bro : “Kita tidak hidup untuk MEMECAHKAN MISTERI tapi untuk MERAYAKAN MISTERI”.