Aksara dan Aksioma

Entries from August 2008

What Say You, EU?

August 22, 2008 · 8 Comments

Pesawat Spanair yang mengangkut 150-an penumpang, termasuk seorang WNI bernama Ngoni Toka Rondonuwu (CMIIW) jatuh di Madrid, Spanyol. Penyebabnya belum diketahui. Tapi saya yakin anda tahu kenapa saya mengangkat isu ini. Betul, untuk membalas tudingan Uni Eropa bahwa maskapai penerbangan Indonesia tidak aman.

Bla bla bla. Sekarang Spanair yang dioperasikan oleh SAS (nope, bukan elite forcenya Inggris, tapi Scandinavian Airlines System, again CMIIW) jatuh dan menewaskan semua penumpangnya. Asal tahu saja, Spanair bukanlah first-class airline, tapi low-fare airline. Semodel sama Lion Air lah kalau di Indonesia. Pesawat yang digunakan MD-8 sekian pun dibeli tangan kedua dari Korean Airlines (Maskapai Eropa beli barang bekas dari perusahaan Asia. Hihihi).

Apa yang diklaim oleh Uni Eropa bahwa penerbangan maskapai Indonesia tidak aman karena tidak memperhatikan maintenance dan kebanyakan pesawat yang digunakan sekarang benar-benar terjadi. Ironisnya yang membuktikan ketakutan tersebut adalah maskapai Eropa sendiri.

What say you, EU?

Bila kita menilik lebih lanjut. Sebenarnya ketakutan Uni Eropa akan maskapai Indonesia terlalu berlebihan. Pada saat larangan diberlakukan, tidak ada satu pun maskapai Indonesia yang mempunyai rute penerbangan ke Eropa. Tidak juga Garuda Indonesia karena hanya Garuda yang mempunyai kemampuan untuk terbang ke Eropa (dan memang pernah memiliki rute ke Eropa).

Maskapai-maskapai low-fare seperti Lion Air atau Adam Air (Rest in Pissed) yang keamanannya dikhawatirkan barang tentu tidak terbang ke Eropa. Memang bukan Lion Air atau Adam Air (Rest in Pissed) yang jatuh, saudara-saudara. Tapi Spanair, maskapai Eropa sendiri. Tamparan yang keras dan telak. Sekeras tamparan kepada DPR pada saat mereka ingin menuntut Slank dan keesokan harinya Al-Amin Nasution ditangkap di Ritz Carlton.

What say you, EU?

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , , , , ,

Vasektomi dan Tawa

August 21, 2008 · 1 Comment

Bukan, ini bukan cerita tentang orang yang tertawa saat divasektomi, tapi bisa membuat anda tertawa setelah membaca rangkaian mitos dan fakta mengenai vasektomi.

Jarang-jarang saya ngelink ke blog orang. Tapi kali ini tak apa, saya hampir terguling dari kursi saat membaca artikel dan komentar-komentarnya. Hehe.

Yang ingin divasektomi, eh, membaca mitos dan fakta tentang vasektomi, klik di sini

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , , ,

Saya Mampu Walaupun Anda Tidak Mampu

August 19, 2008 · 6 Comments

Kakak sepupu: “Si Pangeran kuliah jurusan apa, nantulang?”

Nyokap gue: “Komunikasi.”

Kakak sepupu: “Wah, bagus itu. Sekarang jurusan komunikasi gampang cari kerja.”

Nyokap gue: “Dia emang pengen jurusan itu. Kamu dulu kuliah jurusan apa?”

Kakak sepupu: “Hubungan Internasional, nantulang. Waktu cari kerja, susah. Pas udah dapet kerja di bank, ilmunya sama sekali ga kepake. Aku harus langsung ditraining lagi. Makanya aku langsung cemas pas nantulang bilang beberapa tahun lalu si Pangeran mau masuk HI. Jangan deh.”

Betul, dulu gue ingin masuk HI. Tapi urung setelah tak diterima di HI PTN terkemuka. Walhasil, gue masuk di FIKOM sebuah PTS di Jakarta. Tahun berikutnya nyokap nanya gue mau SPMB lagi apa ga. Gue bilang, “gue udah ga nafsu.”

Gue sangat kesal mendengar kutipan pembicaraan nyokap dengan kakak sepupu gue itu.

Siapa yang suruh dia kerja di bank setelah jadi sarjana HI dari UGM? Memang sarjana HI dididik untuk bekerja di bank?

Kalau dia gagal diterima di Deplu karena memang dia tidak mampu, lalu kenapa dia berpikir orang lain juga akan sama seperti dia?

Kalau memang dia tidak bisa, kenapa dia berpikir orang lain juga akan mengikuti jejaknya?

Cara berpikir demikian yang banyak gue temui di mana-mana dan itu membuat gue sangat muak!!

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , ,

“Caina”, Bukan “Cina”

August 12, 2008 · 26 Comments

Tidak disangka-sangka, setelah dugaan bahwa lagi-lagi tidak ada stasiun televisi nasional yang menyiarkan siaran langsung Olimpiade, TVRI muncul ke depan dan menjadi official broadcaster dari Olimpiade Beijing 2008.

Stasiun TV yang kadang saya bingung siapa yang masih menjadi pemirsa setianya (di daerah mungkin masih banyak) membuat gebrakan dengan siaran olimpiade ini dan sejauh ini mampu menarik cukup banyak pemasang iklan. Mau tak mau, saya yang pecinta siaran olahraga ini harus menyetel saluran TVRI saban hari.

Satu hal yang tetap menggelitik saya adalah mengenai para pemandu acaranya. Walaupun sudah tahun 2008 dan acara yang dibawakan adalah siaran olahraga, tetap saja gaya pembawaannya seperti Dunia Dalam Berita era 90-an. Mengingatkan saya pada bagaimana dulu bagaimana kita sedang asyik menonton Layar Emas RCTI dan terpaksa disela oleh pidato Moerdiono yang super membosankan.

Pemandu acara olimpiade di TVRI menyapa para pemirsanya dengan sebutan “saudara penonton”. Terdengar aneh dan kaku di telinga saya. Bagaimana di telinga anda? Bukankah lebih enak didengar bila digunakan sebutan “pemirsa TVRI” atau “pecinta olahraga” ?

Hal lain yang juga saya soroti adalah mengenai pengucapan China yang diucapkan “Caina” mengikuti pengucapan Bahasa Inggris. Metro TV mempelopori pengucapan China menjadi “Caina” ini (CMIIW) dan nampaknya “Cainaisasi” telah menjalar ke semua stasiun televisi.

Rubrik Bahasa di Kompas pernah mengulas mengenai pelafalan “Caina” ini. Mengapa kita malah mengadopsi pengucapan bahasa Inggris yang berlawanan dengan kaidah pelafalan kata bahasa Indonesia? China seharusnya diucapkan “Cina”, bukan malah “Caina”. Pernah disinggung mengenai kemungkinan bahwa pelafalan “Cina” mengandung makna peyoratif yang merendahkan. Tetapi mengapa harus menggantinya dengan pengucapan “Caina”?

Waktu saya kursus bahasa Mandarin (iya, saya pernah les. Hehe.), saya mengetahui bahwa orang China dalam artian warga negara Republik Rakyat China menyebut negara mereka dengan Zhongguo (baca: cungkuo). Menurut saya, kalau memang kita ingin mengesampingkan makna peyoratif pelafalan “Cina” daripada kita menggunakan pelafalan “Caina” dari Bahasa Inggris, lebih baik kita menyebutnya Zhongguo. Agak susah dan belum umum memang.

Tapi terlihat konyol bila kita menyebut negara China tidak dengan pelafalan bahasa asli kita (Cina), tidak juga dengan pelafalan asli bahasa negara tersebut (Zhongguo), tetapi malah dengan pelafalan bahasa pihak ketiga, bahasa Inggris (China).

PS: Saya tidak ahli dalam bahasa, hanya sekedar suka mengulik-ngulik. Ini hanya opini sederhana. Kalau ada yang ingin mengoreksi atau menambahkan, saya sangat berterimakasih.

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , , , , ,

Nasionaliskah Saya??

August 5, 2008 · 17 Comments

Bila lembaran kalender yang tergantung di dinding telah berganti Agustus, maka Merah Putih akan berkibar di mana-mana. Dari pekarangan rumah, mobil, sampai umbul-umbul raksasa di jalan-jalan protokol. Bila bulan Agustus tiba, semua orang mendadak nasionalis.

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis. Saya kurang suka lagu Indonesia Raya karena terlalu panjang dan kelewat disakralkan. Saya tidak suka memakai batik yang sedang trend itu karena memang saya tidak suka melihatnya. Saya tidak pernah ingin bertemu dengan presiden dan wakil presiden serta para pejabat negara lainnya karena mereka tidak istimewa.

Saya tidak suka industri musik Indonesia karena musik yang mereka tawarkan adalah bebunyian sendu yang merusak telinga. Saya tidak terlalu antusias dengan film-film Indonesia karena mereka terlalu sibuk dengan hal-hal supranatural. Saya tidak akan pernah menonton serial televisi lokal karena menghina nalar penontonnya.

Semasa sekolah, saya benci sekali dengan upacara bendera setiap Senin karena tidak ada gunanya. Saya benci sekali dengan sistem pendidikan Indonesia yang mengagungkan gelar dan tidak kreatif. Saya benci sekali dengan pelajaran Bahasa Indonesia karena mengedepankan materi-materi membosankan dan mengesampingkan sastra.

Saya sama sekali tidak simpatik dengan organisasi yang mengaku membela Pancasila tetapi mempraktekkan premanisme dan kekerasan serta sayap pelajar-mahasiswanya yang ingin memajukan kehidupan bangsa dengan hedonisme.

Machiavelli-Machiavelli berbaju loreng oranye/nasionalisme semu dijadikan kamuflase

  • .Xceptional (Manifestone)

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis. Saya tidak berkoar-koar “Pakailah produk dalam negeri” tetapi enggan belanja di pasar tradisional. Saya tidak berdemo anti Amerika tetapi pada akhir pekan memenuhi rengekan anak saya untuk makan di McDonalds. Saya tidak ikut-ikutan berunjuk rasa tentang Reog karena sebelum diklaim Malaysia tidak ada yang peduli dengannya.

Saya tidak berkabung pada waktu Ibu Tien meninggal dunia, tetapi saya bersedih pada waktu Munir diarsenik. Saya tidak menurunkan Merah Putih setengah tiang pada waktu Sue Harto! meninggal dunia, Merah Putih itu berkibar tinggi di angkasa.

Saya tidak pernah mengatakan “Saya Cinta Indonesia” karena saya belum tahu apakah sesungguhnya Indonesia mencintai saya.

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis tetapi muak dengan kepemilikan asing di tambang-tambang energi nasional.

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis tetapi saya ingin melihat koruptor-koruptor tengik yang melarikan diri keluar negeri itu diadili dan dihukum pancung.

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis tetapi jantung saya berdegup kencang setiap kali atlet-atlet Indonesia berjuang segenap jiwa raga. Bagi saya, merekalah patriot sejati. Patriot yang sering kali diacuhkan dan diabaikan setelah masa bakti mereka usai.

Saya tidak tahu apakah saya nasionalis tetapi saya hampir menitikkan air mata pada waktu pertandingan Piala Asia Indonesia vs Korea Selatan tahun 2007. Bahkan lagu Indonesia Raya yang membosankan itu tidak pernah terdengar lebih indah dari itu. Hadir di dalam stadion dan menyanyikannya bersama-sama puluhan ribu orang lainnya, luar biasa.

Nasionalisme bukanlah masalah birokratif. Nasionalisme bukanlah hal protokoler. Nasionalisme bukanlah benda parsial. Nasionalisme bukanlah kultus.

Nasionalisme adalah saat orang-orang yang menanggung penderitaan yang mutual berjuang bersama dengan tulus dan ikhlas.

Nationalism is not about the nation.

Nationalism is all about the people

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , ,